Berita & Acara
PIK2 JADI LOKASI PEMBELAJARAN AKADEMISI DAN PENELITI DARI BERBAGAI PERGURUAN TINGGI
Jul 29, 2026
Jumat, 24 Juli 2026, PIK2 menjadi salah satu lokasi field visit dalam rangkaian The 8th International Conference of the Jabodetabek Study Forum (JSF) 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Jabodetabek Study Forum binaan IPB University ini menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah kawasan kota baru berskala besar dirancang, dibangun, dan dikelola.
Dalam kunjungan ini Nugroho Adi Putranto selaku Deputy Division Head Township Management PIK2, memberikan pemaparan mengenai strategi pengembangan kawasan PIK2, mulai dari visi pembangunan, pengelolaan infrastruktur, hingga tantangan dalam mewujudkan kawasan terpadu yang berkelanjutan.
Selanjutnya, para peserta diajak mengunjungi sejumlah titik penting di kawasan PIK2. Mereka mengamati implementasi konsep Green Open Space (RTH) melalui kawasan ekowisata mangrove yang berfungsi sebagai benteng ekologis di tengah pesatnya pembangunan kawasan urban. Selain itu, peserta juga mempelajari sistem pengelolaan air dan pesisir, mulai dari jaringan tata air terpadu, tanggul laut, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan kawasan pesisir.
Usai kunjungan di PIK2, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kampung Akuarium untuk mengikuti sesi diskusi mengenai ketahanan komunitas (community resilience). Di sana, peserta mendengarkan kisah perjalanan warga yang berhasil bangkit dari relokasi hingga kembali membangun kehidupan yang lebih layak melalui pendekatan kolaboratif. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai participatory planning, yang memperlihatkan bagaimana masyarakat berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan, mulai dari perancangan ruang publik hingga pengelolaan lingkungan.
Prof. Ernan Rustiadi, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim IPB University sekaligus Koordinator Jabodetabek Study Forum, menilai kunjungan ini memberikan banyak pembelajaran bagi para peneliti. “Ini adalah sekumpulan peneliti yang banyak menekuni bagaimana berkembangnya mega urban JABODETABEK. Kami perlu belajar dari Agung Sedayu Group tentang mengembangkan suatu kawasan kota baru yang berskala besar dan ini adalah sebagai contoh bagaimana bagian dari berkembangnya suatu megacity seperti Jakarta. Kami ingin belajar bagaimana suatu company, korporasi mampu mengelola suatu kawasan kota baru yang berskala besar seperti ini. Kami belajar banyak dari kunjungan ini,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin terbuka peluang kolaborasi antara dunia akademik dan dunia industri dalam menghadirkan inovasi, penelitian, serta solusi bagi pengembangan kawasan perkotaan yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat.